SURABAYA – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univeristas Hang Tuah terus mengembangkan model pembelajaran interaktif berbasis praktek, salah satunya adalah pelaksanaan Ujian Akhir Semster Mata Kuliah Komunikasi dan Advokasi Kebijakan Publik dengan metode Praktik Simulasi Advokasi yang diadakan pada hari Jumat (21/6) di Gedung Pulau Bras FISIP UHT.
Dr. Agus Subianto, M.Si selaku Penanggungjawab Mata Kuliah mengungkapkan, Ujian Praktek MK Komunikasi & Advokasi Kebijakan, bertujuan untuk membangun kemampuan para mahasiswa agar peka dan trampil dalam berpikir dan bertindak terhadap fenomena empiris dalam masyarakat.



“mahasiswa dilatih untuk berbuat untuk masyarakt karena mereka sebagai bagian dari  elemen masyarakat yang harus senantiasa responsif, dengan cara memberikan alternatif solusi secara konsepsional dan operasional/ pendampingan ” ujar Agus Subianto pada pembukaan simulasi advokasi Kebijakan Publik, Jumat (21/6).
Agus melanjutkan, Bentuk ujian (praktik simulasi) setidaknya sesuai dengan Capain Pembelajaran (CP), sehingga upaya menjadikan lulusan menjadi paripurna menguasai konsep dan trampil dalam aplikasinya. The essence of knowledge its applied it. Â
Â

Praktik Simulasi Advokasi Kebijakan yang diusung oleh para mahasiswa bertajuk Pembebasan Lahan dalam Pembangunan Frontage Road di Kabupaten Sidoarjo yang terbagi 3 (tiga) kelompok mahasiswa. 58 mahasiswa dari angkatan 2017 mengikuti kegiatan ujian praktek simulasi advokasi serta didampingi oleh 3 dosen penilai yaitu Dr. Agus Subianto, M.Si selaku PJMK, M. Husni Tamrin, SAP., M.KP dan Wildan Taufik Raharja, S.IAN., M.PSDM selaku dosen penilai.

M. Husni Tamrin selaku dosen penilai menambahkan, Dengan metode simulasi Advokasi seperti ini mahasiswa dapat Mempelajari teknik mengubah keputusan atau kebijakan, dapat melakukan komunikasi persuasif, mendapatkan sesuatu atau bekerjasama untuk sesuatu, serta memberikan penyadaran kepada stakeholder terkait dalam hal mengubah kebijakan atau keputusan. Bersifat formal maupun informal, terutama tentang bagaimana cara melakukan advokasi, lobby, dan negosiasi.

“Praktik Simulasi Advokasi seperti ini mempunyai beberapa manfaat bagi para mahasiswa yaitu para mahasiswa mengetahui dasar-dasar komunikasi persuasif, Mengetahui langkah-langkah melakukan advokasi, Mengetahui teknik melakukan lobby dan Mengetahui teknik melakukan negosiasiâ€. Tambah Husni.
Kontributotr: Dewantara
Kembangkan Metode Pembelajaran: Simulasi Advokasi Kebijakan Publik
