JAKARTA – Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) kembali digelar. Kali ini KNHTN ke-6 mengusung tema “Membentuk Kabinet Presidensial yang Efektifâ€, yang diadakan di Jakarta pada tanggal 2-5 September 2019. Penyelenggaranya adalah Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera; Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas; Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) Universitas Jember; dan Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam KNHTN ke-6 ini, istimewanya adalah pembukaan acara dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasihnya karena KNHTN membantunya di saat yang tepat. Ia menekankan penentuan kabinet merupakan hak prerogatifnya, yang sebenarnya tidak bisa dicampuri. Presiden juga menitipkan agar para ahli hukum memikirkan agar HTN bisa responsif dan fleksibel terhadap perubahan. “Saya mendorong adanya pemikiran mengenai hubungan antarlembaga pemerintahan yang lebih harmonis baik secara vertikal maupun horizontal,†harapnya.

Menurut Ketua Panitia Bivitri Susanti dari STH Indonesia Jentera, tema KNHTN kali ini sangat relevan dengan situasi ketatanegaraan pasca Pemilu 2019. Kurang dari dua bulan ini, Presiden dan Wakil Presiden akan dilantik dan susunan kabinet akan diumumkan. “Kabinet bukan hanya soal siapa yang akan menduduki jabatan menteri. Yang lebih penting apa dan bagaimana desain kabinet yang sesuai dengan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia dapat bekerja secara efektif untuk kepentingan warga negara,†ujar Bivitri.
Konferensi ini merupakan forum akademik yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, seperti akademisi, organisasi masyarakat sipil, peneliti, perwakilan lembaga pemerintah, mahasiswa, dan komponen pemangku kepentingan lain. Diperkirakan yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 200-an akademisi HTN dari seluruh Indonesia. Melalui forum akademik ini, panitia menyeleksi beberapa paper yang terpilih untuk dipresentasikan. Dari ratusan paper tersebut, panitia memilih 95 makalah terpilih dan 8 narasumber yang mempresentasikan pemikiran mereka dalam 4 diskusi panel di Hotel JS. Luwansa, Jl. HR Rasuna Said Kav.C-22, Jakarta Selatan.

Dari 95 pemakalah ini, pemakalah dari Surabaya hanya diwakili oleh dua institusi, yakni Universitas Dr Soetomo dan Universitas Hang Tuah Surabaya, Dari Universitas Hang Tuah, adalah Bambang Ariyanto dari Fakultas Hukum dengan judul makalah “Strategi Hukum Administrasi Negara dalam Penyusunan Kabinet yang Kompeten.
Harapannya dari hasil konferensi tersebut, Presiden bisa menerima rekomendasi dan menggunakan pendekatan lain dalam membentuk susunan kabinetnya. Tidak hanya berdasarkan pendekatan politik. Namun, perlu menggunakan parameter lain yaitu prinsip-prinsip yang biasa diterapkan oleh negara yang menganut sistem presidensial. n
Hasil Karya Dosen Hukum Administrasi Negara (HAN) Terpilih untuk Dipresentasikan di Istana Negara
