Surabaya (15/9)– Lulus dengan Predikat Cumlaude menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Dea pada saat Rapat Senat Terbuka Penggelaran Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) secara Virtual (15/09). Mahasiswi kelahiran Magetan, 24 Desember 1998 ini mampu menyelesaikan studinya tepat waktu yaitu pada semester 8 (delapan ) dengan tugas akhir bertajuk Efektivitas Kinerja OMBUDSMAN Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur sebagai Pengawas Pelayanan Publik. Memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif 3.93 akhirnya mengusung Dea sebagai Lulusan terbaik di tingkat fakultasnya.

Alumni SMA Negeri 17 Surabaya ini, terdaftar sebagai mahasiswa bidikmisi melalui seleksi yang diikutinya di Universitas Hang Tuah pada tahun 2016 lalu. Dia mengakui bahwa saat ini merupakan kesyukuran yang sagat luar biasa dapat meraih kesuskesan ini.
Berikut adalah catatan kesan dan pesan Dea Hestia Anggraini setelah meraih predikat Lulusan terbaik:

‘Rasanya baru kemarin saya sibuk menyusun KRS dan wara-wiri mengejar dosen untuk minta tanda tangan. Tapi hari ini sungguh hari yang membahagiakan yang mungkin dulu agak sulit saya bayangkan, karena saya pun sempat merasa apakah saya bisa menyelesaikan studi saya di Fisip Univ. Hang Tuah ini? namun alhamdulillah kini angan itu sudah terealisasi.
Perjuangan selama 4 tahun ini tentu bukan perjuangan yang mudah. Selama 4 tahun ini begitu penuh tantangan dan rintangan. Itu semua adalah sebuah proses menuju pendewasaan. Dan membuat kita memahami bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang sarjana, supaya kita tahu bahwa di rumah sana ada orang-orang yang kita sayangi yang dengan seluruh tenaganya memperjuangkan kita untuk terus bisa belajar, supaya kita tahu pula bahwa saat ini kita sudah ditakdirkan oleh Allah menjadi sarjana yang begitu besar tanggung jawabnya.
Saya sangat bangga pernah menjadi, bagian dari keluarga besar FISIP. Terimakasih kepada seluruh civitas akademika FISIP atas didikan dan bimbingannya dalam proses pendidikan yang telah menggiring mahasiswa menjadi individu yang cerdas dan kompeten. Disamping itu banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai pihak, baik didalam kampus maupun diluar kampus. Secara tidak langsung membentuk mentalitas untuk kami gunakan, sebagai bekal terjun ke masyarakat.
Terimakasih ormawa FISIP yang telah memberikan saya banyak pengalaman berharga, yang tentunya berguna bagi pengembangan diri kedepan.
Terimakasih juga kepada Kemdikbud yang telah memberikan saya kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus laut biru. Tanpa adanya bantuan beasiswa program bidikmisi, saya belum tentu bisa merasakan duduk dibangku perkuliahan.
Teman-teman bidikmisi, jangan gengsi dengan apa yg kalian miliki. Syukuri apapun yg kalian punya dan selalu berusaha. Jika Tuhan berkehendak maka “Jadilah, lalu terjadilah”.
Teruntuk teman-teman seperjuangan,
Perjuangan ini belum berakhir, tapi yakinlah ada Allah yang akan selalu memberkati, akan selalu ada orang-orang yang kita sayangi yang siap berbagi. Kita masih bisa bersama-sama berjuang walaupun tidak bersama-sama seperti dulu, kita masih bisa bersama-sama mencari solusi dan berkolaborasi. Untuk kejayaan negeri ini, untuk agama yang kita imani dan untuk cita-cita kita yang jauh-jauh hari kita tanamkan dalam diri.
Harapan saya, FISIP mampu meningkatkan mutu perkuliahan dan dosen yang ada demi kepentingan dan kemajuan bersama, juga meningkatkan fasilitas dan prasarana lingkungan pendidikan yang kondusif. Demi kelancaran proses belajar mengajar dan terciptanya lulusan yang berkompeten dan berdaya saing tinggi. Terus jaga persatuan dan kesatuan serta iklim persaudaraan dan kekeluargaan dikampus kita tercinta demi kemajuan dan kebaikan bersama.
Aku Arek FISIP !
Aku Arek FISIP !
Aku Arek FISIP !
KAMI HANYA SATU
Kontributor: Dewantara
Dea, Mahasiswi Bidikmisi Peraih Predikat Cumlaude
