
Menindak lanjuti kerjasama bidang pendidikan dan pengajaran, Sekretariat Sidang Puncak Antar Bangsa/Internasional Alam Nusantara, Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), University Sains Malaysia mengundang Prof. Dr. Mas Roro Lilik Ekowanti, MS Guru Besar  Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hang Tuah untuk menjadi narasumber pada acara Sidang Puncak Antarabangsa/Internasional Alam Nusantara dengan tema materi “Decolonizing Nationalism and Mainstreaming Nusantaraâ€. Kegiatan ini diadakan oleh Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), University Sains Malaysia untuk memperingati hari Nusantara yang jatuh pada tanggal 13 Desember 2018.

Acara Sidang Puncak Antarabangsa/Internasional Alam Nusantara ini dilaksanakan pada hari kamis, 13 Desember 2018 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Malaysia. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat dihadiri oleh para mahasiswa magister dan doktor University Sains Malysia. Dalam acara tersebut Prof. Dr. Mas Roro Liliki Ekowanti, MS membawakan tema “Decolonization by The Institutionallization of Archipelago Valuesâ€. Beliau menekankan pentingnya konsep Nusantara sebagai instrumen untuk melawan konolonialisasi bentuk baru oleh negara-negara barat. Indonesia-Malaysia yang memiliki budaya yang sama seharusnya dapat bersinergi dalam memproteksi bangsa malayu dari penjajahan bentuk baru.
Seminar ini juga menghadirkan pakar-pakar dari universitas di Asia Tenggara, yaitu Profesor Dato’ Dr. Ahmad Murad Bin Mohd Noor Merican (CenPRIS, USM, Malaysia), Dr. Suyatno Ladiqi (Faculty of Law and International Relations, UniSZA, Malaysia), Dr Azhar Ibrahim (Department of Malay Studies NUS, Singapore) dan Tn Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan (Nusantara Studies Centre, Thailand). Dari kegiatan ini diharapakan dapat meningkatkan kerjasama antara Universitas Hang Tuah dan University Sains Malaysia
