{"id":2492,"date":"2019-12-12T05:58:44","date_gmt":"2019-12-12T05:58:44","guid":{"rendered":"http:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/?p=2492"},"modified":"2019-12-12T05:58:44","modified_gmt":"2019-12-12T05:58:44","slug":"simulasi-pendampingan-korban-kekerasan-perempuan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/simulasi-pendampingan-korban-kekerasan-perempuan-anak\/","title":{"rendered":"Simulasi Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan &amp; Anak: Sebagai Pembelajaran Inklusif Gender"},"content":{"rendered":"<p>Surabaya (12\/12) Sebagai bentuk kepedulian nyata mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIP Univeritas Hang Tuah pada fenomena kekerasan berbasis gender <em>(gender based violence) <\/em>yang korbannya lebih banyak perempuan dan anak, maka didampingi Dr. Erma Rusdiana, SH., M.H dan Dr. Sri Wahyuni, M.Si pada Rabu 11 Desember 2019 bertempat di Gedung FISIP Universitas Hang Tuah Surabaya dan diikuti oleh 60 mahasiswa dikemas dalam acara Kuliah Pakar. Kegiatan diawali penyajian film \u201ckami\u00a0 bersamaMU\u201d produk mahasiswa sebagai mitra korban dilanjutkan dengan simulasi pendampingan korban, agar terwujud kesetaraan gender dan keadilan gender di masyarakat. Turut Hadir para dosen dalam acara ini Dr. Sri Umiyati, M.Si, Wildan Taufik Raharja, S.IAN., M.PSDM, Dr. I. Wajan Dhana W, M.AP dan Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si selaku Wakil Dekan II FISIP Universitas Hang Tuah.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-15.20.05-e1576129681602.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-2499 size-medium aligncenter\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-15.20.05-e1576129681602-300x207.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"207\" \/><\/a><br \/>\n\u201cFenomena kekerasan akhir-akhir ini yang terjadi kepada perempuan dan anak sangat memprihatinkan, sehingga butuh perhatian yang serius dan tersistem\u201d, Ujar M. Husni Tamrin, SAP., M.KP selaku Ka.Prodi Administrasi Publik saat sambutan pembukaan acara Kuliah Pakar. Husni Juga menambahkan akan pentingnya upaya dan mekanisme cara untuk menjadi pendamping para korban kekerasan.<br \/>\nHadir Selaku Dosen Mata Kuliah Gender, Pembangunan dan Demokrasi sekaligus moderator Dr. Sri Wahyuni, M.Si menerangkan bahwa sebenarnya pelaku kekerasan berbasis gender bisa Negara, media, masyarakat di tempat tinggal-di kampus-di tempat kerja, dan individu. Banyak faktor pendukung bagaimana pelaku kekerasan melakukannya pada si-korban yang memang tidak setara, antara lain budaya, struktur organisasi, mekanisme hubungan antar lembaga dalam masyarakat, dan konteks perubahan relasi antara individu\/kelompok.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-4.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2493 aligncenter\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-4-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/a><br \/>\n\u201cOleh sebab itu sensitif gender bagi mahasiswa sebagai <em>development agent <\/em>dalam memahami konteks kekerasan berbasis gender sebagai fenomena sosial perlu dilatih.\u201d Ujar Yuni saat diskusi dimulai.<br \/>\n\u201cAgar kelak sebagai pemimpin bangsa yang berperspektif gender akan menghasilkan kebijakan yang responsif gender pula. Sehingga hasil pembangunan dapat sama-sama dinikmati dan bermanfaat bagi semua masyarakat\u201d. Pungkasnya.<br \/>\nDilain kesempatan, Dr. Erma Sulistiana, SH., MH dosen Hukum Universitas Trunojoyo juga menuturkan bhwa Dengan bertambahnya pengetahuan dan\u00a0 keterampilan mahasiswa dalam melakukan\u00a0 pemdampingan,\u00a0 mahasiswa\u00a0 harus\u00a0 memahami bahwa\u00a0 pendampingan merupakan\u00a0 suatu proses hubungan sosial antara pendamping dengan korban dalam bentuk pemberian kemudahan untuk memecahkan masalah.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2497\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/a> <a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-3.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2494\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-3-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/a><br \/>\n\u201cPendampingan dapat\u00a0 dilakukan oleh\u00a0 individu maupun kelompok masyarakat dan\/atau lembaga yang memiliki kemampuan fungsional dan profesional yang diberikan kewenangan untuk melakukan pendampingan.\u201d Ungkap Erma dalam sesi simulasi.<br \/>\nDalam\u00a0 pelaksanaan pendampingan perlu memperhatikan prinsip-prinsip\u00a0 dasar diantaranya : penerimaan; Individualisasi; Bersikap tidak menghakimi,;\u00a0 Kerahasiaan,; Rasional;Kesungguhan dan ketulusan, Mawas diri ; Partisipatif. Selain memperhatikan prinsio=prinsip\u00a0 dasar ada pula beberapa hal yang harus dihindari oleh pendamping yaitu\u00a0 membuka rahasia korban; kurang serius\u00a0 dalam\u00a0 melakukan pendampingan; menya;lahkan\u00a0 korban;\u00a0 kurang menghormati\u00a0 hak serta\u00a0 menganggap permasalahan yang dihadapi korban sebagai\u00a0 hal yang\u00a0 biasa.<br \/>\nAdapun\u00a0 langkah-langkah dalam melakukan\u00a0 pendampingan diawali\u00a0 pendamping memperkenalkan diri,\u00a0 menyampaikan tujuan pendampingan\u00a0 dan manfaatnya terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan; memastikan persetujuan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ;\u00a0 memastikan adanya pendamping dari anak yang mengalami permasalahan ;\u00a0 adanya persetujuan orang tua terhadap anak yang mengalami permasalahan kecuali bila diduga bahwa pelakunya adalah orang tua, persetujuan orang tua tidak diperlukan; Penerjemah jika diperlukan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah jika korban memerlukan pertolongan darurat, adanya kekhawatiran kekerasan\u00a0 akan\u00a0 terulang serta adanya ancaman\u00a0 atau\u00a0 intimidasi dari pelaku. Dengan berpedoman pada\u00a0 beberpa hal diatas\u00a0 diharapkan\u00a0 mahasiswa sebagai development\u00a0 agent dapat turut berperan\u00a0 dalam memberikan\u00a0 pelayanan terhadap perempuan dan\u00a0 anak korban kejahatan.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-1.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2496\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-1-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" \/><\/a> <a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-2.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2495\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-11-at-21.05.27-2-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" \/><\/a><br \/>\nDalam sesi akhir diskusi diakhiri dengan pemberian cinderamata serta uacapan terimakasih kepada narasumber dan foto bersama dengan para mahasiswa dan dosen.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/NASKAH-PRESENTASI.pptx\">Materi Simulasi Pendampingan Korban<\/a><br \/>\nEditor: Syarif<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya (12\/12) Sebagai bentuk kepedulian nyata mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIP Univeritas Hang Tuah pada fenomena kekerasan berbasis gender (gender based violence) yang korbannya lebih banyak perempuan dan anak, maka didampingi Dr. Erma Rusdiana, SH., M.H dan Dr. Sri Wahyuni, M.Si pada Rabu 11 Desember 2019 bertempat di Gedung FISIP Universitas Hang Tuah Surabaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2494,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2492"}],"collection":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2492"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2492\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2494"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}