{"id":2422,"date":"2019-11-03T10:38:54","date_gmt":"2019-11-03T10:38:54","guid":{"rendered":"http:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/?p=2422"},"modified":"2019-11-03T10:38:54","modified_gmt":"2019-11-03T10:38:54","slug":"belajar-manajemen-pembangunan-desa-dari-desa-inovatif-doudho-panceng-gresik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/belajar-manajemen-pembangunan-desa-dari-desa-inovatif-doudho-panceng-gresik\/","title":{"rendered":"Belajar Manajemen Pembangunan Desa Dari Desa \u201cInovatif\u201d Doudho Panceng Gresik"},"content":{"rendered":"<p>Gresik ( 13\/11)- Sedikitnya 150 Mahasiswa Program Studi administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah menyambangi Desa Dodo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik<br \/>\nKunjungan tersebut dalam rangka kuliah lapangan Mata Kuliah Manajemen Pembangunan Desa menyambangi Desa Inovaif Dhoudo sebagai pengembangan pembelajaran yang efektif untuk para mahasiswa.<br \/>\nHal tersebut diungkapkan, Dosen Mata Kuliah Sasmito Jati Utama, S.Sos., M.AP. &#8220;Terimakasih telah menerima kunjungan ini,&#8221; tuturnya.<br \/>\n&#8220;Para mahasiswa kami ini ingin mempelajari tentang bagaimana Desa Dhoudo mengatur dan Mengurus desa, sehingga desa dapat berkembang dan maju,&#8221; jelasnya.<br \/>\nSasmito Jati Utama, S.Sos., M.AP. juga berharap agar kuliah lapangan tersebut bisa memberi informasi positif dan bermanfaat bagi mahasiswanya.<br \/>\n&#8220;Agar kedepannya tak hanya sekedar di ruangan ini saja, namun semoga ada satu diantara mahasiswa kami yang bisa magang di Desa di berbagai temapt,&#8221; jelasnya diamini para mahasiswa.<br \/>\nSelama satu jam lebih, para mahasiswa pun berdiskusi bersama para aparatur desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Dhoudo Bapak.Sutomo.<br \/>\nJika Anda berkunjung ke\u00a0<a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/tag\/desa-doudo\">Desa Doudo<\/a>, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, beberapa tahun yang lalu, Anda akan menemukan wilayah yang gersang. Sedari dulu, Doudo memang dikenal sebagai desa yang mengalami kesulitan air. Kehidupan warganya hanya bergantung pada telaga yang luasnya tidak lebih dari 1,8 hektare.<br \/>\nDengan air telaga itu lah, warga desa memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mulai dari mandi, minum, mencuci, hingga WC umum.<br \/>\nTentu saja telaga tidak mampu mencukupi kebutuhan air ribuan warga sepanjang tahun. Jika musim kemarau datang, mereka bahkan kesulitan untuk membersihkan kotorannya. Hal ini menimbulkan masalah lain, seperti timbulnya penyakit seperti muntaber dan demam berdarah.<br \/>\nPada Agustus 2007, Doudo mengalami kekeringan yang cukup ekstrem. Kondisi telaga yang kering kerontang memaksa mereka untuk mencari air ke desa tetangga. Tak jarang, penduduk harus membeli air dengan harga Rp170 ribu per tangkinya.<br \/>\nKonon katanya, jika di sebuah desa terdapat telaga, maka tidak akan ada sumber air lagi di sana. Percaya atau tidak, ituulah yang terjadi pada Doudo. Setelah melakukan berbagai kajian dan penelitian, memang benar-benar tidak ada sumber air di sana.<br \/>\nNamun, Sutomo, yang menjadi Kepala Desa saat itu, tidak ingin berpasrah diri dengan keadaan. \u201cSaya berpikir, masa\u00a0sih pemerintah desa tidak bisa memberikan kesejahteraan air bersih pada warganya? Makanya berusaha menjawab tantangan tersebut,\u201d tutur Sutomo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gresik ( 13\/11)- Sedikitnya 150 Mahasiswa Program Studi administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah menyambangi Desa Dodo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Kunjungan tersebut dalam rangka kuliah lapangan Mata Kuliah Manajemen Pembangunan Desa menyambangi Desa Inovaif Dhoudo sebagai pengembangan pembelajaran yang efektif untuk para mahasiswa. Hal tersebut diungkapkan, Dosen Mata Kuliah Sasmito Jati Utama, S.Sos., M.AP. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2422"}],"collection":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2422"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2422\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}