{"id":1914,"date":"2018-12-18T12:41:06","date_gmt":"2018-12-18T12:41:06","guid":{"rendered":"http:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/?p=1914"},"modified":"2018-12-18T12:41:06","modified_gmt":"2018-12-18T12:41:06","slug":"studi-lapangan-mata-kuliah-manajemen-pembangunan-desa-di-desa-ngroto-kecamatan-pujon-kabupaten-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/studi-lapangan-mata-kuliah-manajemen-pembangunan-desa-di-desa-ngroto-kecamatan-pujon-kabupaten-malang\/","title":{"rendered":"Studi Lapangan Mata Kuliah Manajemen Pembangunan Desa di Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1925\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1002\" height=\"564\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ilmu pengetahuan yang bersifat teori pada dasarnya merupakan suatu solusi dari permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat. Dengan berkembangnya kompleksitas masalah yang terjadi di masyarakat, maka ilmu-ilmu kemasyarakatan juga berkembang sejalan dengan berkembangnya kompleksitas masalah tersebut. Suatu ilmu tidak akan bersifat efektif dan tetap bersifat teoritis jika teori tersebut tidak dapat menjadi solusi pokok maupun alternatif dari masalah-masalah yang sedang dan akan dihadapi oleh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada klasifikasi dalam Prodeskel Bina PMD Kementerian Dalam Negeri termasuk kategori Desa Swakarya Mula. Desa Ngroto meraih nilai indeks desa membangun (IDM) dengan nilai tertinggi se-Indonesia sebesar 94 (Penilaian dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi). Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan salah satu desa di wilayah kabupaten malang yang berada di wilayah Malang Barat. Berada disalah satu jalur wisata antara Kota Batu dan Juga Kabupaten Kediri. Kondisi alam yang sejuk dan asri sehingga potensi desa yang sangat berkembang dan dominan adalah bidang pertanian, peternakan, dan usaha dibidang pariwisata. Desa Ngroto merupakan sentra pendidikan di wilayah Kecamatan Pujon , posisi letak desa yang berada di tengah \u00e2\u20ac\u201c tengah Kecamatan Pujon menjadikan Desa Ngroto sebagai tujuan utama kegiatan pendidikan dan perdagangan. Kehidupan sosial masyarakat yang masih sangat menjaga tradisi dan adat istiadat menjadikan Desa Ngroto sebagai pusat kegiatan seni dan budaya serta menjadikan masyarakat hidup dengan aman tentram , aman , tertib dan menjunjung tinggi nilai adat istiadat serta agama.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1917\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-6.jpg\" alt=\"\" width=\"1188\" height=\"890\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Studi Lapangan merupakan program riil dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang bertujuan agar mahasiswa dapat meningkatkan kepekaan teoritik tersebut dengan praktik atau fenomena yang terjadi di masyarakat. Diharapkan, dengan pelaksanaan Studi Lapangan ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hang Tuah Surabaya dapat memperluas wawasan secara global dan mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan antara teori dengan praktek agar dapat ikut serta dalam pembangunan bangsa yang mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Studi Lapangan Mata Kuliah Manajemen Pembangunan Desa yang dilaksanakan oleh Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hang Tuah Surabaya ini merupakan program yang bertujuan untuk mengintegrasikan teori dalam proses pembelajaran dengan praktek di lapangan. Dan tema pelaksanaan Studi Lapangan ini adalah <strong>\u00e2\u20ac\u0153Manajemen Pembangunan Desa Berbasis Masyarakat Sesuai Dengan Indeks Desa Membangun (IDM) Demi Terwujudnya Desa Mandiri di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan dari kegia ini agar mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan teori dalam proses pembelajaran dengan praktik di lapangan. Adapun manfaat dari studi lapanugan ini untuk mengintegrasikan teori dan praktek dari mata kuliah yang mengikuti Studi Lapangan ini. selain itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan teori dari mata kuliah yang bersangkutan sesuai dengan norma\/kaidah keilmuan dan praktek yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini dapat menambah wawasan dan wacana bagi mahasiswa dan dosen terhadap keberadaan ilmu di tengah-tengah masyarakat sehingga mampu mengembangkannya secara lebih baik.Studi Kenal Lapangan Mata Kuliah Manajemen Pembangunan Desa yang diadakan pada\u00c2\u00a0 tanggal 13-15 Desember ini 2018 ini diikuti oleh\u00c2\u00a0 \u00c2\u00a055 mahasiswa dan dosen pendamping berjumlah 1 orang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1922\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-1.jpg\" alt=\"\" width=\"5184\" height=\"2912\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamis 13 Desember 2018, rombongan mahasiswa administrasi publik 2016 berangkat menuju Desa Ngroto Pujon Malang pukul 08.00.\u00c2\u00a0 Perjalanan ditempuh selama 4 jam dari Surabaya ke Desa Ngroto. Sesampainya di Desa Ngroto rombongan mahasiswa di sambut oleh Bapak Suwari selaku Kepala Bagian Perencanaan Pembangunan Desa menggantikan Kepala Desa Ngroto yang berhalangan hadir karena sedang ada kegiatan di Kecamatan Pujon. Acara selanjutnya yakni pengenalan profil Desa beserta staf Pemerintah Desa dimana selain ada Bapak Suwari terdapat staf lain yakni Bapak Hadi Sekretaris Desa yangmana beliau ini sudah menjabat 3x di Kepemimpinan Desa. Kemudian ibu Yanti selaku Kepala Seksi Pemerintahan dan Pak Sarmin selaku Kepala Seksi Kesejahteraan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1916\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-5.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><br \/>\nDesa Ngroto terbagi menjadi 3 dusun utama yakni dusun Maron, dusun Krajan, dan dusun Lebaksari. Tedapat 18733 Kepala Keluarga dengan total penduduk desa kurang lebih 6000an warga. Mata Pencaharian warga majemuk akan tetapi kebanyakan mata pencaharian warga sekitar adalah seorang peternak. Setelah acara sambutan selesai, mahasiwa bergegas menuju tempat peristirahatan masing-masing sesuai dengan pembagian kelompok.\u00c2\u00a0 Pukul 14.00, 3 orang perwakilan mahasiswa administrasi publik 2016 mengikuti acara studi banding yang dilaksanakan oleh Perangkat Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo dengan Perangkat Desa Ngroto di Balai Desa. Acara tersebut berkaitan dengan pengelolaan teknologi informasi komunikasi yang mampu meningkatkan kemajuan desa kepada masyarakat.<br \/>\n<img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1919\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-8.jpg\" alt=\"\" width=\"1372\" height=\"770\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumat 14 Desember 2018, mahasiswa peserta studi kenal lapangan melakukan observasi dan wawancara di sekitar lingkungan Desa Ngroto. Sesuai dengan pembagian kelompok yakni ada kelompok pemukiman penduduk, kelompok kesehatan, kelompok ekologi, kelompok ketahanan ekonomi, kelompok pendidikan, dan kelompok sosial. Observasi dimulai sejak pagi hari hingga sore hari. Pada malam hari dilaksanakan agenda <em>sharing <\/em>organisasi dengan pengurus Karang Taruna di Desa Ngroto. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala teknis yangmana seharusnya dilaksanakan di Balai Desa akan tetapi pindah di rumah Bapak Suwari selaku Kepala Perencanaan Pembangunan Desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari pukul 19.00 hingga 21.00.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1920\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-9.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sabtu 15 Desember pukul 09.30 pagi, mahasiswa administrasi publik 2016 melaksanakan sabtu bersih dengan mengecat tembok rumah penduduk desa dan membersihkan jalanan menuju balai desa. Pukul 11.00 sebagian mahasiswa administrasi publik mewakili 6 kelompok yang sudah terbagi menuju BUMDesa Ageng milik Desa Ngroto. BUMDesa Ageng terbagi atas 3 unit usaha yakni Simpan Pinjam, Toko Sembako, dan Penyedia air bersih\/PAM. BUMDesa Ageng sendiri berdiri pada tahun 2015, tidak ada kegiatan hingga Juli 2016. BUMDesa tersebut berperan untuk menambah Pendapatan Asli Desa. Di tahun pertama beroperasi yakni di tahun 2016 jumlah PAD \u00c2\u00b11.700.000,00 sedangkan pada tahun 2017 jumlah PAD bertambah signifikan sebanyak \u00c2\u00b1 6.500.000,00. Dalam operasional kerjanya BUMDesa Ageng hanya dikelola oleh masyarakat Desa Ngroto sendiri. Beberapa program kerjanya yakni memberikan pinjaman benih padi, jika berhasil panen maka dikembalikan, jika gagal panen petani bisa mengembalikan dengan mencicil pembayarannya per bulan. Selain itu membina UMKM di Desa Ngroto. Setelah mengunjungi BUMDesa mahasiswa kembali ke tempat istirahat masing-masing lalu berkemas untuk kembali menuju Surabaya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1921\" src=\"http:\/\/103.112.122.24\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/pujon-10.jpg\" alt=\"\" width=\"889\" height=\"883\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu pengetahuan yang bersifat teori pada dasarnya merupakan suatu solusi dari permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat. Dengan berkembangnya kompleksitas masalah yang terjadi di masyarakat, maka ilmu-ilmu kemasyarakatan juga berkembang sejalan dengan berkembangnya kompleksitas masalah tersebut. Suatu ilmu tidak akan bersifat efektif dan tetap bersifat teoritis jika teori tersebut tidak dapat menjadi solusi pokok maupun alternatif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1914"}],"collection":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1914"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1914\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adm-publik.fisip.hangtuah.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}