Surabaya, (8/9)– Masa Pandemi tidak menyurutkan semangat para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltitk Universitas Hang Tuah untuk berprestasi dalam karya. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasi internasional yang telah diraih oleh Tim mahasiswa yang menjadi Delegasi dalam Lomba Video Sajak Nusantara yang diadakan oleh Nusantara Malay Archipelago Research, Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), Universiti Sains Malaysia (USM) dengan tema ‘Wakafkan Sajak, Bangkitkan Nusantara’ . Karya yang diperlombakan adalah Video Sajak : Video berisi peserta sedang membacakan karya sajaknya yang diberikan aransemen semenarik mungkin. Adapun tema yang dipilih adalah sajak Persaudaraan, Percintaan, persahabatan dan Kelestarian Alam Nusantara.
Seperti yang disampaikan Zulfianti Penulis sekaligus pembaca Sajak Mantan Separuh Jiwa: “Kaget banget karena waktunya mepet, sempet down karena ngga tau harus nulis apa. Tapi alhamdulillah setelah melihat pilihan tema langsung dapat inspirasi dari rasa sakit yang dialami para penderita cinta sendirian. Dan akhirnya jadilah karya sakit hati galau ini. Terimakasih yang sudah mendukung karya anak bangsa. Saya senang menjadi bagian dari momen indah ini”.


Tim beranggotakan 5 mahasiswa yaitu Hanifah Ainun Jariyah sebagai (Administrasi Publik, 2016); Mega Selvina Agusta (Administrasi Publik, 2016); Zulfianti Arafah (Administrasi Publik, 2017); dan Liliana Rifti (Administrasi Publik, 2017); dan Amaliyatul Jannah Hasyim (Administrasi Publik, 2017). Hasil karya dari tim ini 2 (dua) berhasil mendapatkan Anugrah dan Penghargaan yaitu sajak yang bertajuk Memoar karya Mega Selvina yang dibacakan oleh Hanifah Ainun Jariyah masuk dalam Kategori Produksi Video Sajak dan Sajak bertajuk Mantan Separuh Jiwa berhasil mendapatkan Anugrah Tema Percintaan. Dua Sajak tersebut didukung oleh videographer Liliani Rifti dan Amaliyah Jannah Hasyim.
Memoar Karya: Mega Selvina (https://www.youtube.com/watch?v=jI0S-kl8Nuo&t=19s )
Video oleh: Hanifah Ainun Jariyah
Indah dialog dalam setiap teriakan lantangmu,
Indah paras melimpah ketulusan,
Kecap dusta yang tak pernah luput tersemat dalam elok kata,
Kedok awut dalam baluran topeng santun,
Batas semu terpukau atau terperdaya.
Cahaya memuakkan matahari terbenam yang kau cintai,
Kau elu – elukan sebagai tanda pulang,
Ku lukiskan bagai angan – angan kerinduan yang tidak pernah terbenam.
Mantan Separuh Jiwa Karya Zulfianti Arafah (https://www.youtube.com/watch?v=7TgCtZ2jInA)
Apa arti cinta sejati?
Jika hanya aku yang berjuang seorang diri?
Apa arti cinta yang murni?
Jika semua menggores luka nan perih
Apa arti cinta yang kuat?
Jika kau sendiri goyahkan tekad
Sudah jera mengharap secerca asa
Darimu wahai yang kusebut cinta
Kasih sayang tulus ikhlas
Tak pernah kau beri walau harus memelas
Mungkin aku telah berdusta
Aku pernah sangat percaya
Kau akan mencintaiku dengan indah
Sekarang kukabulkan inginmu
Berjalanlah walau tanpaku
Semoga bahagia wahai mantan separuh jiwa
Kompetisi Video Sajak Nusantara yang diadakan dengan Nusantara Malay Archipelago Research, Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), Universiti Sains Malaysia ini diikuti oleh 50 tim dari berbagai Negara dan dilaksanakan pada 19 -30 agustus 2020. Bagi tim yang mengikuti acara ini hanya memiliki waktu dalam 3 hari untuk mempersiapkan kompetisi ini. Akan tetapi waktu yang begitu singkat tidak menyurutkan semangat para mahasiswa unutk selalu berkarya.
“kaget karna waktu yag diberikan untuk membuat sajak cepat sekali, tapi sisi positifnya jadi memaksa saya menulis sajak lagi” Ujar Mega Selvina Penulis Sajak Memoar.
Amaliyah Jannah selaku videographer menuturkan “Kontestasi video sajak sangatlah bagus dan keren berbeda dari lomba yang lain dengan nominasi yang beragam dan pesan saya semoga lomba ini terus diadakan supaya sajak semakin populer dan menjadi trend dikalangan anak muda.” Ujarnya.
Informasi dari penyelenggara lomba ini bahwa Sajak yang menjadi juara akan ditulis dalam Buku Sajak Nusantara edisi-2 yg diterbitkan oleh NUSANTARA WAKAF ILMU PROJECT.
Mahasiswa Administrasi Publik: Sukses Meraih Juara pada Kompetisi Internasional
