Selasa,(30/04/2019). Himpunan Mahasiswa Prodi Administrasi Publik (HIMAPI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hang Tuah telah menyelenggarakan  kegiatan Talkshow Nasional bertempat di Gedung Graha Samudera Ganesha (GSG) Universitas Hang Tuah Surabaya.  Talkshow yang dihadiri lebih dari 200 peserta ini bertemakan “Harapan dan Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Era Digital†dengan menghadirkan dua pemateri yaitu Prof. Mudrajad Kuncoro, M.Soc., Ph.D, Guru Besar FEB UGM serta Puteri Rahmawati Hidayah, CEO, Young Entrepreneur, Alumnus Holland University. Di era industri 4.0 ini, seluruh aspek kehidupan masyarakat telah mengalami transformasi. Seperti budaya tidak lagi mengenal batas negara dan ideologi tidak lagi hadir dalam bentuknya yang murni. Bahkan ekonomi yang diimplementasikan secara klasik sudah tidak relevan lagi diterapkan. Teknologi telah membawa cara-cara baru bagi orang untuk melakukan aktivitas ekonomi.
Dalam perkembangannya, internet digunakan untuk memacu perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh digitalisasi yang terus bekembang. Revolusi Industri 4.0 sudah ada di depan mata. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Strategi Roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dalam mencapai target 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada pada tahun 2030. Jumlah penduduk yang banyak, ditunjang dengan perkembangan insfrastruktur dan sumber daya manusia bisa menjadi modal penting untuk melaksanakan Revolusi Industri 4.0. Sebagaimana mata uang, guliran Revolusi Teknologi 4.0 ini memiliki dua sisi. Langkah-langkah di atas menunjukkan sikap pemerintah yang memilih untuk optimis dan memandang Revolusi Industri 4.0 sebagai suatu peluang yang menjanjikan. Kebijakan-kebijakan yang antisipatif dan adaptif diatas sudah lahir. Namun tanpa implementasi yang bersifat integratif oleh semua pemangku kepentingan, kebijakan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa.
Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Revolusi 4.0 adalah babak dimana semua peradaban manusia telah di jamah oleh teknologi, eksistensi manusia hampir bisa di katakan di kalahkan oleh mesin pintar atau mesin digital yang berkembang di masyarakat. kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer terhubung ke jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi kepalan tangan kita, maka dari itu kita jadi mempunyai smartphone.

Dimas Okky Fareza selaku ketua pelaksana kegiatan Talkshow revolusi industri 4.0 menuturkan bahwa dengan adanya kegiatan talkshow ini sebagai wujud kepedulian mahasiswa yang bergelut dengan teknologi dalam kesehariannya, maka Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hang Tuah mengadakan acara Talkshow Administrasi Publik dengan tema Harapan dan Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Era Digital. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada pemuda-pemudi saat ini atau biasa yang disebut sebagai generasi milenial dalam memahami adanya revolusi Industri 4.0 dari berbagai segi seperti: ekonomi, hukum, dan teknologi. Mahasiswa semester 6 tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan talkshow ini bertujuan untuk  memperingati hari buruh (may day) sehingga diharapkan pada akhirnya peserta akan mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang adanya Revolusi Industri 4.0 terutama bagi generasi milenial, dan bagaimana dampak dari adanya Revolusi Industri 4.0 terhadap keberlangsungan kehidupan bermasyarakat (buruh).

Prof. Mudrajad Kuncoro, M.Soc., Ph.D, sebagai pembicara pertama menjelaskan bahwa perilaku masyarakat indonesia khususnya generasi milenial paling sering mengunjungi konten online shop dan jutaan manusia mengakses media sosial yaitu facebook, instagram, dan lain-lain. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UGM lulusan University of Melbourne, Australia juga menjelaskan bahwa tantangan generasi milenial dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah kehidupan pasca lulus kuliah untuk memilih akan melanjutkan pendidikan, bekerja, atau membuka bisnis sendiri. Pelajaran penting menurut beliau yang dapat dipetik  adalah “no one is too small or too young for a big business†dan “work with the best and learn from the bestâ€, “it will save you a lot of time, cost and trouble aheadâ€.

Kemudian Ibu Puteri Rahmawati Hidayah selaku pembicara kedua menjelaskan bahwa dengan adanya revolusi industri 4.0 yang semakin canggih dapat membawa dampak negatif untuk masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan kemajuan teknologi. Seperti kecanduan pada aplikasi sehingga mendidik masyarakat untuk malas bergerak yang dimana dengan adanya aplikasi tersebut, masyarakat bisa mendapatkan apa yang mereka mau tanpa harus mengeluarkan effort lebih. “tinggal chat sudah datang, tinggal telfon sudah hadir dan dengan mudah bisa request keinginan kitaâ€, ujar wanita alumnus Holland University, Belanda. Revolusi industri 4.0 juga memiliki dampak positif pada masyarakat,  seperti mencetak lapangan pekerjaan atau munculnya peluang bisnis baru bagi mereka yang memanfaatkan era digital saat ini.

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan Talkshow oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik, peserta diharapkan mampu mendapatkan materi dan menerapkan segala teori yang telah dipaparkan oleh pada narasumber dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Seperti dampak, perkembangan, serta cara-cara mahasiswa untuk beradaptasi dan memberikan kontribusi bagi Indonesia di era digital.
Author : Anggun Sinta
Editor : Raharja
MATERI TALKSHOW
